Rabu, 28 Mei 2014

Kerja Rani


Waktu kecil ketika di ajak ke acara gendang-gendang sama orang tua, saya selalu merasa aneh dan bosan. Saya heran kenapa mereka pada suka landek dan bernyanyi dengan musik khas daerah. Waktu smp, saya pernah landek(menari) untuk acara kerja rani di jambi dan ikut karna disuruh orang tua. Waktu kuliah ini, saya landek lagi setelah hampir beberapa tahun tak pernah landek. Waktu bulang bilang kalau saya harus ikut jadi nande aron rasanya sedikit segan buat nolak. gimana enggak segan kalo yang nyuruh adalah bulang. Awalnya sempat protes sama bi tengah karna waktunya tinggal seminggu lagi dan saya harus mempersiapkan semuanya dalam seminggu. Untung aja semua keperluan saya dipersiapkan oleh bi tengah jadi saya tinggal terima siap. Kita latihan landek sehari sebelum nampil. Tangan dan badan pun kaku. Pas hari minggu pagi sebelum acara di mulai kita pasang tudung dulu di bayang. Hal yang paling menyiksa adalah ketika mau masuk mobil badan harus nyungsep karna takut tudungnya rusak. Sebelum acara di mulai sempat jantungan karna ini yang pertama. Tadaa..acara pun di mulai. berjejerlah ibu-ibu, bapak-bapak dan anak remaja membawa 'hasil panen' dan kita ikut di belakang sambil landek dan naik pangung. Jleb..tiba-tiba aja lagunya berubah dari kemarin pas kita latihan. Otomatis kita semua pada liat-liatan bingung harus gimana. Untung aja pasangan landek saya pintar landek dan dari semuanya dia yang paling sering landek jadi kita ikutin dia. Teman-teman pada serius landeknya tidak ada yang malu-malu malahan mereka pada semangat dan senang. Saya baru sadar kenapa banyak orang yang suka dengan perkolong-kolong. Ternyata landek itu menyenangkan juga ya. 




Selasa, 13 Mei 2014

MAHASISWA TINGKAT AHKIR




Banyak yang bilang kalau masa kuliah itu adalah masa yang paling menyenangkan selain masa SMA. Di masa kuliah kita belajar untuk lebih bijak dan dewasa, belajar untuk memahami orang lain dan belajar untuk lebih menghargai arti sebuah perbedaan. Di masa kuliah kita akan bertemu banyak manusia dengan sifat dan karakter yang berbeda-beda. Di masa sekolah yang ada di pikiran saya hanyalah belajar - main - pacaran - have fun dan hanya seputar itu-itu saja. Ketika kuliah barulah saya sadar betapa luasnya dunia ini. Saya pun merasa bahwa benar kata orang kalau masa kuliah adalah masa yang paling menyenangkan bahkan lebih menyenangkan dari masa SMA. Di kampus pertemanan kita semakin dewasa, berteman dengan siapa saja tanpa melihat status dan gender. Di kampus ini kita bertemu dengan teman-teman yang beraneka ragam, belajar untuk memahami satu sama lain. Berteman dengan si hati tulus, berteman dengan penyukai sesama jenis, berteman dengan manusia 'bertopeng', berteman dengan yang anarkis, berteman dengan manusia fanatik, berteman dengan mereka yang merasa agamanya yang paling benar, berteman dengan yang gila organisasi yang tiap hari ada di kampus tapi tak pernah kuliah, berteman dengan mereka yang berhati tulus, berteman dengan tukang jualan yang setiap harinya selalu membawa katalog jualannya, berteman dengan biseksual, berteman dengan si tukang utang dan berteman dengan pahit getirnya arti pertemanan. Sekarang kita adalah mahasiswa tingkat ahkir. Semakin lama masa kuliah terasa semakin miris dan membosankan. Hal yang paling menyenangkan adalah semster awal dan pertengahan. Di itu yang kita pikirkan hanyalah senang-senang. Pulang kuliah nangkring dulu sama temen. Kalau lapar rembuk rame-rame mau makan di mana, kalau lagi jenuh sama rutinitas ajak kawan jalan-jalan, dan semuanya kita lakukan ramai-ramai. Bersama teman itu jauh lebih menyenangkan. Sekarang semuanya pada sibuk dengan aktivitas masing-masing. Sibuk di tempat magangnya dan sibuk berkutat dengan SKRIPSI.